• 1

    Description slide 1

  • 2

    Description slide 2

  • 3

    Description slide 3

  • 4

    Description slide 4

  • 5

    Description slide 5

  • 6

    Description slide 6

  • 7

    Description slide 7

  • 8

    Description slide 8

"Dengan mengucapkan bismilahirrahmanirrahim, saya resmikan gedung layanan fasilitas perpustakaan nasional yang baru," ujar Jokowi.

Simbolisasi peresmian dilakukan dengan penekanan sirine bersama-sama Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Muhadjir Effendy, Menteri Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi M. Nasir, Kepala Perpustakaan Nasional Muh Syarif Bando dan Gubernur DKI Jakarta Djarot Saeful Hidayat.

Dalam sambutannya, Presiden menyebut gedung perpustakaan nasional yang dibangun sejak dua tahun empat bulan yang lalu dan memiliki 27 lantai itu merupakan gedung perpustakaan tertinggi di dunia.

"Dulu, ini hanya tiga lantai, enggak ada yang mau datang ke sini. Sekarang 27 lantai plus satu lantai basement. Jadi enggak kaget kalau gedung ini tertinggi di dunia untuk gedung perpustakaan," ujar Jokowi.

Berdiri di atas lahan seluas 11.975 meter persegi dengan luas bangunan 50.917 meter persegi dan bangunan setinggi 126,3 meter, gedung perpustakaan nasional ini dirancang dengan konsep green building dengan konsumsi energi 150 kwh/mm2 per tahun.

Pembangunan gedung ini menggunakan anggaran multi years (2013-2016) yang menelan biaya Rp 465.207.300.000.

Adapun, fasilitas yang ada di gedung ini, antara lain ruang layanan keanggotaan perpustakaan nasional, ruang teater, ruang zona promosi budaya baca, data center, layanan anak, lansia dan disabilitas, layanan koleksi buku langka hingga layanan multimedia.

Dalam kesempatan itu juga  Presiden Joko Widodo mengarahkan dana desa juga dialokasikan untuk perpustakaan desa. Ini disampaikannya saat meresmikan gedung fasilitas pelayanan Perpustakaan Nasional.

"Tadi sudah disampaikan pak Menteri Pendidikan dan Kebudayaan mengenai dana desa untuk perpustakaan, akan saya urus masalah ini," kata Jokowi, Kamis (14/9).

Terpisah, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan menjelaskan pernyataan Kepala Negara menyiratkan kepada kepala daerah agar mengalokasikan dana desa untuk perpustakaan yang ada di daerahnya masing-masing.

"Di dalam alokasi dana desa memang ada dana untuk pendidikan. Bisa didefinisikan untuk perpustakaan desa, penyelenggaraan PAUD," terangnya.

Arahan Jokowi menjadi pengingat bagi kepala daerah yang belum siap mengalokasikan dana desa untuk perpustakaan. Sebab, sejauh ini masih ada daerah yang belum mengimplementasikan program dana desa untuk pendidikan.

"Itulah yang harus didorong," sambungnya. (dilansir dari
JAKARTA, KOMPAS.com)

 

Jalan Rd. Poerboyo Kolopaking No.65 Telanaipura, Jambi
Telp. & Fax (0741) 61310
website: www.dpadprovjambi.com